Bersepeda merupakan salah satu kegiatan olah raga dan rekreasi yang dapat diminati oleh hampir seluruh kalangan usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, bahkan manula. Tidak ada persyaratan khusus yang diperlukan untuk bisa melakukan aktivitas ini, kecuali ada sepeda yang akan dinaiki (bisa sepeda sendiri ataupun pinjam, asal jangan sepeda hasil mencuri ya!) dan bisa menaikinya atau sedang belajar menaikinya (yang masih belajar naik sepeda juga bisa kok, paling-paling lutut lecet karena masih sering jatuh).
Bagaimanakah sejarah mengenai pembuatan sepeda untuk pertama kalinya? Sejarah lengkapnya bisa dibaca melalui situs berikut ini: http://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda .
Secara singkat dapat penulis sampaikan bahwa sejarah sepeda yang merupakan jenis kendaraan beroda dua ini diperkirakan muncul pada abad ke-18 di Perancis yang dikenal dengan nama VELOCIPEDE. Kemudian, berbagai penyempurnaan dilakukan mulai dari penambahan lingkaran besi di sekeliling roda, pembuatan ban karet, rem, gigi, rantai, maupun setang yang dapat digerakkan.
Adapun jenis-jenis sepeda saat ini seperti yang penulis kutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Sepeda, antara lain:
1. Sepeda gunung/ATB (all terrain bike), terdapat dua jenis yaitu DH (down hill) untuk medan yang sangat ekstrim dan XC (cross country) untuk medan yang tidak terlalu ekstrim.
2. Sepeda jalan raya, digunakan sebagai sepeda balap jalan raya.
3. Sepeda BMX (Bicycle Moto-Cross), digunakan sebagai sepeda atraksi.
4. Sepeda mini, termasuk sepeda anak-anak.
5. Sepeda angkut, sejenis sepeda kumbang dan sepeda pos.
6. Sepeda lipat (folding bicycle), merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat.
Seperti apakah sepeda lipat itu? Sepeda lipat memiliki engsel pada bagian rangkanya sehingga bisa dilipat menjadi lebih ringkas sehingga mudah dibawa, dipindahkan, dan disimpan. Meskipun ukurannya menjadi lebih ringkas setelah dilipat, namun secara geometris maupun posisi mengemudi memiliki kesamaan dengan sepeda konvensional. Jenis sepeda lipat pertama dikembangkan oleh Mikael Pedersen untuk angkatan bersenjata Inggris pada tahun 1990-an (http://en.wikipedia.org/wiki/Folding_bicycle).
Jenis sepeda lipat sangat cocok untuk para komuter dalam rute-rute pendek. Sementara untuk rute jauh masih tetap menggunakan angkutan umum. Dalam sistem transportasi London, sepeda lipat diperbolehkan dalam beberapa sistem transportasi umum (bis maupun kereta). Ada pula yang melarang penggunaan sepeda lipat atau mensyaratkannya untuk menggunakan tas sebagai penutup untuk melindungi penumpang lainnya. Dalam penerbangan, sepeda lipat diperbolehkan sebagai barang bawaan biasa tanpa adanya tambahan biaya.
Bagaimana dengan Indonesia? ternyata di Indonesia para pecinta sepeda lipat (hasil browsing) sudah memiliki forum di sini: http://www.sepedaku.com/forum/showthread.php?t=10609 dan di sini: http://idfoldbike.multiply.com/
Penulis juga sempat menikmati serunya bersepeda dengan sepeda lipat. Berikut ini adalah sepeda lipat milik penulis yang sempat digunakan untuk beberapa saat:
Hanya saja untuk saat ini hobi baru tersebut tidak bisa diteruskan untuk sementara (alesan lagi, alesan lagi!). Bagi rekan-rekan yang punya hobi bersepeda khususnya sepeda lipat, silahkan gabung dan berbagi pengalaman tentang hobi baru ini.